Industri Kesehatan Bersiap Hadapi MEA

Industri Kesehatan Bersiap Hadapi MEA

Masyarakat Ekonomi ASEAN atau yang sering didengar dengan istilah MEA mendorong setiap sektor usaha khususnya industri Kesehatan berbenar diri. Ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing di pasar bebas Se Asia Tenggara itu.

Industri kesehatan pun menyiapkan diri. Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) drg Susi Setiawaty MARS mengatakan, pihaknya menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Selain itu, hal terpenting yakni terkait kendali mutu layanan.

"Kalau kualitas layanan rumah sakit kita baik, tidak perlu takut terhadap persaingan," kata Susi kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pasar bebas ini membuat seluruh pelaku industri kesehatan bersaing. Setiap rumah sakit harus menjaga kendali mutu layanan dan kendali biaya. Adanya persaingan, rumah sakit harus memiliki keunggulan baik produk maupun harga serta karakteristik untuk masuk di MEA. Untuk itu, industri kesehatan Tanah Air harus semakin baik dan mempunyai startegi agar bisa bersaing.

Apalagi, kebutuhan akan rumah sakit di negeri ini masih relatif banyak. Sebab, jumlah rumah sakit yang ada saat ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia. Keberadaannya pun tidak merata di daerah se-Indonesia.

"Di Jabar ini ada 300 rumah sakit. Tapi, di Indonesia kawasan timur jumlahnya masih kurang. Begitu juga untk ketersediaan tempat tidur, satu tempat tidur berbanding dengan 1.000 orang," jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah rumah sakit swasta pada 2013 ini terbagi dalam kategori umum mencapai 300 unit, kategori khusus (168 unit), rumah sakit swasta non profit untuk kategori rumah sakit umum (515 unit), dan kategori khusus (212 unit). Per 1 Januari 2014, jumlah rumah sakit swasta kategori umum (455 unit), kategori khusus (246 unit), rumah sakit umum swasta non provit (531 unit), dan rumah sakit swasta non provit kategori khusus (202 unit).

Hingga saat ini, jumlah rumah sakit di Indonesia baru mencapai 2.462 unit dimana 64% di antaranya (1.514) termasuk rumah sakit swasta.

Selain itu, Susi menyebutkan pihaknya sejauh ini masih mengalami terkendala dengan obat-obatan dan alat kesehatan. Sarana utama indutri kesehatan itu masih harus diimpor. Untuk itu, dia mengharapkan adanya keringanan pajak dari pemerintah agar jasa pelayanan ini bisa bersaing secara kompetitif. (jul)(inilahkoran.com)

Bagikan Post

Artikel Terkait

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Alamat Hermina Office Tower
Tower B Lantai 15

Jl. Selangit B-10 Kav.4 Kemayoran --
Jakarta Pusat 10610 --
Indonesia
Telepon 021-3970-8636
Whatsapp 081316653244
Email arssi.pusat@gmail.com

Google Maps