Kegiatan Hospital Tour ke Taipei Taiwan

Kegiatan Hospital Tour ke Taipei Taiwan

Laporan Kegiatan Hospital Tour Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia pada 31 Oktober – 5 November 2017 di Taipei, Taiwan

img-1511165855.jpg 

Gambar 1: Penyerahan plakat dari Ketua Umum ARSSI untuk Rumah Sakit di Taiwan


Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) melakukan kegiatan hospital tour pada 31  Oktober – 5  November 2017 ke beberapa rumah sakit ternama di Taiwan, yaitu Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital (Shin Kong International Healthcare Center Hospital), National Taiwan University Hospital (NTUH), dan Hualien Tzu Chi Hospital. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk melakukan Benchmark sistem pelayanan kesehatan di negara lain serta menambah wawasan dalam pengelolaan rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia sehingga rumah sakit swasta di Indonesia mampu bersaing di era global.

 

Profil Rumah Sakit 

  •  Shin Kong International Healthcare Center Hospital

 img-1511167213.jpg

Gambar 2: Shin Kong International Healthcare Center Hospital

Rumah Sakit Memorial Shin Kong Wu Ho-Su atau Shin Kong International Healthcare Center Hospital yang terletak pada B3, No. 95, Wen-Chang Road, Shih-Lin District, Taipei City, Taiwan adalah pusat medis terkemuka dengan 42 departemen khusus yang berkualifikasi tinggi untuk diagnosis dan pengobatan spektrum penyakit yang luas, dengan total 862 tempat tidur yang menawarkan layanan medis terbaik bagi masyarakat. Didirikan pada tahun 1992, setelah melalui proses akreditasi yang ketat, Rumah Sakit Memorial Shin Kong Wu Ho-Su disetujui oleh Kementerian Kesehatan Nasional sebagai pusat medis yang memperkuat komitmennya untuk memberikan layanan perawatan kesehatan terbaik kepada semua pasien maupun komunitas.


Untuk mempromosikan diagnosis dini dan pencegahan penyakit, pada tahun 2004, didirikan Departemen Manajemen Kesehatan. Dengan kolaborasi tim medis yang luar biasa dan penerapan peralatan canggih seperti tomografi komputer 256-slice (CT), Positron Emission Tomography (CTO) PET / CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), Health Management Centre menawarkan layanan pemeriksaan kesehatan satu atap yang optimal dan efisien untuk umum. Peralatan medis mutakhir yang canggih memungkinkan penyaringan awal dari tiga penyakit yang mengancam jiwa, seperti kanker, penyakit serebrovaskular dan penyakit kardiovaskular. Penjelasan lengkap tentang laporan tim medis diberikan setelah pemeriksaan. 

  • National Taiwan University Hospital (NTUH)

 img-1511167408.jpg

  Gambar 3: National Taiwan University Hospital (NTUH)

National Taiwan University Hospital (NTUH) didirikan pada tahun 1895. Pada mulanya, NTUH berlokasi di Dadaocheng, Taipei, lalu direlokasi pada tahun 1898 hingga kini ke tempat yang lebih dikenal sebagai West Campus. Bangunan ini awalnya dibangun dari kayu yang kemudian direnovasi pada tahun 1912 untuk menjadi bangunan bergaya renaisans tropis. Ketika pembangunan rampung pada 1921, NTUH menjadi rumah sakit terbesar dan paling modern di Asia Tenggara. Pada tahun 1991, bangunan baru (yang lebih dikenal sebagai East Campus) selesai dibangun dan kedua gedung tersebut saling terhubung melalui Jing-Fu Tunnel yang terletak di bawah tanah. 


Saat ini, rumah sakit mempekerjakan lebih dari 6.000 pekerja, memiliki 2.400 tempat tidur dan melayani lebih dari 8.000 pasien rawat jalan setiap hari. Pada tahun 2000, yang diberi wewenang oleh Eksekutif Yuan, NTUH memasuki Rumah Sakit Militer 817 sebagai Kampus Kungkuan. Pada bulan April 2004, Departemen Kesehatan Yun-Lin Hospital mengalami perubahan institusional untuk menjadi Cabang Yun-Lin NTUH. Pada bulan Agustus tahun yang sama, National Taipei College of Nursing Hospital juga mengalami perubahan institusional untuk menjadi Cabang Bei-Hu NTUH. Pada tahun 2008, Rumah Sakit Anak dibuka. Pada tahun 2009, Kampus Kungkuan berhenti beroperasi dan Rumah Sakit Pusat Kanker NTU sedang dibangun di tempat. Rumah Sakit Jin-Shan Pantai Utara mengalami perubahan institusional untuk menjadi Cabang Jin-Shan NTUH pada tahun 2010. Rumah Sakit Umum Hsin-Chu dan Rumah Sakit Umum Chu-Tung, yang berada di bawah pemerintahan Departemen Kesehatan Eksekutif Yuan, mengalami perubahan institusional untuk menjadi Cabang HUU-Chu dan Chu-Tung NTUH pada bulan Juli 2011. Dengan demikian, sistem perawatan kesehatan NTUH tumbuh lebih besar dan lebih kuat untuk memberi masyarakat umum layanan medis yang komprehensif.


Selama seratus tahun terakhir sejak didirikan, NTUH telah merawat profesional kedokteran yang tak terhitung jumlahnya, termasuk mahasiswa kedokteran, spesialis, apoteker, perawat dan teknisi. Mereka memberikan pelayanan secara global, dan telah mendapatkan banyak keunggulan dengan performa yang luar biasa. Sehubungan dengan pelayanan medis, kualitas praktik klinis NTUH sangat terkenal dan dipercaya oleh masyarakat Taiwan. Diagnosis dan pengobatan NTUH terhadap hepatitis dan kanker, transplantasi organ, dan pencapaian penelitian perintisnya dalam biophotonics dan uji klinis juga mendapat pengakuan internasional. Sebagai rumah sakit pendidikan nasional, NTUH memiliki tiga tugas utama: pendidikan, penelitian dan pelayanan. Dalam hal pendidikan, rumah sakit terus berkolaborasi dengan kurikulum universitas untuk membina bakat dalam bidang kedokteran dan berbagai spesialisasi. Dari segi penelitian, sumber daya diintegrasikan untuk membangun laboratorium inti, yang memberi rekan dengan fasilitas penelitian dan lingkungan terbaik. Dalam hal pelayanan, semua layanan berorientasi dan berpusat pada keselamatan pasien; perawatan pribadi ditekankan, dengan fokus pada kualitas medis dan manajemen keselamatan pasien untuk memberikan layanan medis berkualitas tinggi dan halus. NTUH juga berkomitmen untuk mempromosikan kerja sama internasional, sehingga dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan dari perkembangan medis dari negara-negara maju dan meningkatkan pengembangan perawatan medis di Taiwan.   

 

img-1511167864.jpg

Gambar 4: Hualien Tzu Chi Hospital

 

Menegakkan ajaran YM Yin Shun, "Untuk Buddhisme dan semua makhluk hidup", Master Cheng Yen pada tahun 1966 mendirikan Yayasan Tzu Chi, dan segera terlibat dalam bantuan properti dengan anggotanya. Dia mengenali lingkaran setan kemiskinan dan penyakit dan pada tahun 1972, mendirikan Klinik Bebas Terafiliasi Yayasan Tzu Chi di no.28 Ren'ai St., Kota Hualien. Klinik gratis berfungsi sebagai fondasi dasar misi medis masa depan.

Untuk menyingkirkan kemiskinan di Taiwan Timur, Master Cheng Yen, dalam sebuah pertemuan komisaris Tzu Chi pada tanggal 10 Mei 1979, pertama-tama menyampaikan visinya untuk mengenalkan pengobatan modern dan perawatan kesehatan ke Hualien. Tidak memiliki dana dan sumber daya yang terbatas, dia berkeliling Taiwan dengan kesehatan yang lemah untuk berbagi cita-citanya dan mengumpulkan uang. Tantangan dan penderitaan dalam prosesnya melampaui kata-kata. Namun, usaha dan belas kasih Guru Cheng Yen telah mengilhami masyarakat umum, dan inspirasi itu perlahan digabungkan menjadi arus cinta yang terus mengalir.

Seiring penggalangan dana berlanjut, Yayasan memeriksa tujuh lokasi potensial untuk rumah sakit, namun tidak satupun dari mereka memenuhi persyaratan ideal. Dari Oktober 1980 sampai April 1982, Lin Yang-Kang, ketua Pemerintah Provinsi Taiwan saat itu, secara tidak langsung ikut campur. Dengan dukungannya, sebuah tanah reklamasi tepi sungai di ujung Zhongshan Rd., Kota Hualien ditunjuk untuk rumah sakit tersebut. Dengan gembira berita tersebut, Komisaris dan anggota Tzu Chi secara sukarela mengambil gergaji dan kapak, mengemudikan buldozer dan excavator untuk menilai tanah tersebut.

Pada awal 1981, seorang pengusaha Jepang menawarkan sumbangan 200 juta USD kepada rumah sakit tersebut, namun ditolak dengan sopan oleh Master Cheng Yen. Rumah sakit yang dibangun untuk melayani orang Taiwan yang kurang mampu, Master Cheng Yen percaya, harus dibangun oleh cinta terinspirasi dari orang-orang Taiwan. Oleh karena itu, terlepas dari hambatan dan kemunduran, dia mendorong murid-muridnya untuk terus mengumpulkan dana ke rumah sakit umum pertama yang dimodernisasi di wilayah Hualien-Taitung.

Yayasan mulai mencari arsitek dan desain yang ideal dari masyarakat. Setelah melakukan percakapan yang rumit dengan beberapa pelamar dan melihat-lihat portofolio mereka, Master Cheng Yen menunjuk Hsu Chang-Chi sebagai arsitek utama proyek tersebut. Upacara peletakan batu pertama untuk Rumah Sakit Umum Tzu Chi diadakan pada tanggal 5 Februari 1983. Pada saat itu, jumlah uang yang terkumpul adalah 30.000.000 TWD, sekitar 1/20 dari perkiraan anggaran.

 

Hasil Benchmarking

Dalam pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit, pemerintah Taiwan berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan Universal Health Coverage melalui dukungan terhadap fasilitas kesehatan untuk masyarakat dengan sistem cost sharing yang sangat baik. Selain itu, seluruh rumah sakit di Taiwan telah konsisten untuk memberikan pelayanan yang mengacu pada aspek Patient Center Care dan setiap rumah sakit wajib untuk terakreditasi. Masyarakat dapat memilih rumah sakit sesuai keinginan mereka tanpa melalui sistem rujukan antar rumah sakit atau pelayanan kesehatan primer dan tanpa dipengaruhi batas wilayah. Rumah sakit dapat merujuk pasien apabila pasien tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Seluruh penduduk Taiwan, baik lokal maupun asing, wajib menjadi peserta asuransi kesehatan pemerintah dan membayar sebesar 900 NTD per bulan (sekitar 450.000 IDR) sebagai preminya. Dengan adanya asuransi kesehatan pemerintah, penentuan pagu tarif atau plafon tidak membedakan kelas maupun ruangan rumah sakit, dan diberlakukannya formularium secara nasional serta kerjasama antara rumah sakit pemerintah dan swasta terjalin dengan sangat baik. Di samping itu, rumah sakit sangat taat dan berkomitmen dalam melayani pasien dikarenakan kebijakan dan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah sangat tegas. Hal ini dapat ditandai dengan adanya kebijakan yang diatur dengan iur  premi yang sesuai, tarif rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta diberlakukan sama namun basic tarif telah rasional dan terus dievaluasi. Rumah sakit dapat melakukan iur biaya (cost sharing) maksimal 30% dari tarif yang diterapkan oleh pemerintah dan untuk penanganan emergency tarif ditambah lagi sebesar 20% dengan aturan yang jelas. Sanksi pun diterapkan kepada rumah sakit yang melakukan kecurangan atau fraud melalui mekanisme denda sebesar 100 kali lipat dari pagu tarif asuransi pemerintah, sanksi pidana dan perdata yang berupa pencabutan izin dokter hingga rumah sakit.


img-1511167944.jpg

        Gambar 5: Perwakilan Anggota ARSSI melakukan Hospital Visit ke Shin Kong Hospital

Ketiga rumah sakit yang dikunjungi menerapkan pelayanan yang berbasis keselamatan pasien dengan sangat baik. Hal Ini dibuktikan dengan penggunaan rambu-rambu yang jelas mengenai arah dan zonasi ruangan, daerah emergency yang diberi stiker khusus, lantai yang dipasang dengan rambu terkait keamanan. Selain itu, pintu keluar darurat diberi simbol seluas arah bukaan pintu. Seluruh rumah sakit juga ramah akan penyandang difabel dengan memudahkan akses bagi difabel. Pengaturan posisi kursi roda dan brankar, alat pemadam kebakaran yang terpasang dengan rapi dan aman. Ruang tunggu yang tersedia sangat nyaman, sehingga terciptanya lingkungan yang kondusif dan kebersihan sangat terjaga dengan baik.

Konsep desain interior setiap rumah sakit memiliki karakter khusus dengan sentuhan kombinasi seni yang baik, seperti penempatan grand piano, lukisan bergaya Tionghoa yang dipasang di tiap koridor. Penggunaan perkakas compact seperti lemari pantry, lemari pendingin, microwave, wastafel hingga sink berukuran kecil juga diterapkan pada ruang VIP. Dalam segi keselamatan, rumah sakit telah menggunakan vinil lantai yang berbahan kayu dan meninggalkan korden konvensional berupa kain yang digantikan dengan lembar pvc gulung (roller blind). Rumah sakit memberikan petunjuk yang sangat informatif, melalui poster-poster dan alat multimedia yang memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien mengenai fasilitas, pelayanan, dan manfaat yang ada di dalamnya serta regulasi yang berlaku di rumah sakit. Selain itu, terdapat petunjuk arah yang sangat jelas dalam menunjukkan suatu ruang pelayanan yang memudahkan untuk diakses oleh pasien dan keluarganya. Informasi bantuan yang tersedia dapat dijangkau melalui departemen pelayanan sosial.

Implementasi Teknologi dan Informasi dalam pelayanan sangat baik, cepat dan simple. Hal ini ditandai dengan tersedianya fasilitas Electronic Self Service yang diterapkan pada pelayanan admission atau pendafataran, pembayaran yang menggunakan automatic cashier, serta penggunaan Electronic Medical Record. Dengan implementasi tersebut, efisiensi pelayanan tercipta seperti penggunaan kertas yang minimal (less paperwork) dan penggunaan SDM yang sedikit; apabila terjadi peningkatan pasien, tidak menimbulkan crowd dan tercipta antrian yang baik. Pemanfaatan teknologi lainnya adalah seperti penggunaan toilet dan penghangat otomatis di ruang VIP.

Gambaran masing-masing dari ketiga rumah sakit di Taiwan tersebut adalah sebagai berikut.

a.       Shin Kong International Healthcare Center Hospital

img-1511170662.jpg 

  Gambar 6: Perwakilan Anggota ARSSI melakukan Hospital Visit ke Shin Kong Hospital

Shin Kong International Healthcare Center Hospital memiliki pelayanan yang sangat baik, khususnya dalam menangani penyakit kanker. Hal ini dibuktikan dengan pelayanan kemoterapi yang sangat baik. Selain itu, terdapat desain grafis di dinding ruang kemoterapi sehingga pelayanan kemoterapi yang memakan waktu lebih lama dapat diantisipasi dengan suasana yang lebih nyaman. Alur pelayanan yang dirancang sangat rapi dengan kondisi jumlah perawat dengan rasio yang ideal serta memisahkan lokasi antrian pelayanan membuat waktu pelayanan menjadi efisien sehingga dapat memecah antrian yang panjang dan membuat antrian lebih teratur.

Dalam segi keselamatan pasien, Shin Kong Hospital menerapkannya dengan sangat baik. Penerapan jalur evakuasi yang baik, petunjuk arah yang jelas serta sistem zoning yang teratur dapat memudahkan pasien yang datang. Hal lain yang menjadi kelebihan dari pelayanan di rumah sakit adalah optimalisasi pemberian informasi yang baik mengenai pergantian nama dokter dan jadwalnya yang didukung teknologi informasi yang dapat membantu pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien.

 

b.      National Taiwan University Hospital (NTUH)

 img-1511170691.jpg

  Gambar 7: Perwakilan Anggota ARSSI melakukan Hospital Visit ke National Taiwan University Hospital

Pemberian pelayanan yang diterapkan oleh National Taiwan University Hospital (NTUH) sangat melibatkan keluarga dalam membantu pelayanan di rumah sakit. Keluarga pasien mendapat informasi yang jelas mengenai lokasi pelayanan yang dibutuhkan. Walaupun antrian pasien untuk mendapatkan ruangan sangat panjang, hal ini dapat diantisipasi dengan memisahkan lokasi atau counter pelayanan sesuai dengan kriteria pasien untuk memecah antrian yang panjang. Namun pada Instalasi Gawat Darurat, pasien selalu penuh dikarenakan belum dilakukan pemisahan pasien yang menderita penyakit ringan dan berat.

 

c.       Hualien Tzu Chi Hospital

 img-1511170723.jpg

  Gambar 8: Perwakilan Anggota ARSSI melakukan Hospital Visit ke Hualien Tzu Chi Hospital

Etos kerja karyawan Hualien Tzu Chi Hospital sangat tinggi dengan memberikan pelayanan yang ikhlas, bekerja dengan hati dan tidak berorientasi dengan uang sehingga menciptakan tim manajemen yang sangat bagus. Hal ini ditunjang dengan banyaknya sukarelawan atau volunteer dari tenaga lansia maupun pensiunan yang tidak ingin dibayar. Selain itu, Hualien Tzu Chi Hospital memiliki sistem donasi yang dikelola dengan sangat baik.

Pelayanan di Hualien Tzu Chi Hospital menganut pelayanan medis barat dan China. Hal ini terlihat dari ruang tunggu tambahan yang difasilitasi dengan spa, pijat fisioterapi sederhana, dan tensi meter mandiri. Selain itu, fasilitas ibadah yang baik, lokasi yang mudah diakses, sistem antrian yang bagus dan ruang tunggu yang nyaman, serta informasi mengenai regulasi untuk pasien dan keluarga sangat jelas menciptakan suasana yang sangat baik untuk pasien.

Dalam segi keselamatan pasien, Hualien Tzu Chi Hospital memiliki program bantuan yang responsif kepada kondisi bencana di berbagai negara dan memberikan perilaku khusus untuk kaum geriatri dengan memberikan antrian khusus dan pelayanan yang dibutuhkan oleh kaum geriatri. Hal unik lainnya yang dimiliki oleh rumah sakit ini adalah terdapat ruangan departemen khusus social service yang besar untuk edukasi, pemenuhan keingintahuan pasien akan informasi dan konsultasi permasalahan pasien. Selain itu, Hualien Tzu Chi Hospital menerapkan konsep green hospital yang membagi waste atau sampah dengan empat jenis, yaitu plastik, metal, kertas dan organik. Sampah yang dapat diolah akan diproses dengan program recycle atau daur ulang yang menggunakan green material local.

 

Kesimpulan

Rumah sakit di Taiwan bekerjasama dengan pemerintah untuk menciptakan pelayanan yang berbasis Patient Center Care yang dalam penerapannya memperhatikan beberapa aspek, yaitu aspek layanan yang baik dan bermutu menggunakan sistem informasi dan teknologi serta kualitas dan kinerja tenaga kesehatan yang profesional dalam melayani pasien sehingga tercipta pelayanan yang efektif dan efisien. Selain itu, sistem asuransi kesehatan yang mengacu pada Universal Health Coverage memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan yang baik bagi semua pihak, mulai dari masyarakat, pemberi pelayanan, dokter, hingga rumah sakit. Hal tersebut ditunjang dengan kenyamanan, keamanan serta keselamatan dengan penggunakan rambu atau tanda yang baik, jelas, rinci, dan mudah dipahami dalam menunjang pelayanan meliputi fisik sarana prasarana dengan memadukan nilai-nilai lokal dan cita rasa seni yang tinggi dengan nuansa modern. Kegiatan hospital tour ini telah menambah pengetahuan dalam pengelolaan rumah sakit dan memberi wawasan baru mengenai sistem pelayanan kesehatan pemerintah di Taiwan yang berjalan dengan baik sehingga dapat menjadi contoh dalam upaya perbaikan sistem pelayanan kesehatan maupun Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia. (17/11/2017)

 

Kontributor Penulis:

  • dr. Widodo Wirawan, MPH
  • dr. Noor Arida Sofiana, MBA
  • Tiara Murli Adila 



Sumber:

1.        Shin Kong International Health Care Center. About us. 2017. http://www.skh-ihc.com/page.php?menu_id=8. Dikutip 15 November 2017; diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

2.        National Taiwan University Hospital. About us – introduction. 2017. http://www.ntuh.gov.tw/en/about/default.aspx. Dikutip 15 November 2017; diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

3.        Hualien Tzu Chi Hospital. History – from charity to medicine. 2017. http://www.tzuchi.com.tw/en/index.php/history/7-hualien-tzu-chi-hospital. Dikutip 15 November 2017; diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Sumber Gambar:

1.       Dokumentasi ARSSI. 2017.

2.       Shin Kong International Health Care Center. About us. 2017. http http://www.skh-ihc.com/up_photo/images/news/20160421152805.jpg. Diunduh 15 November 2017.

3.       National Taiwan University Hospital. 2017.

https://www.ntuh.gov.tw/image/%E5%BB%BA%E7%AF%89%E4%B9%8B%E7%BE%8E/_w/b_%E6%9D%B1%E5%9D%80_jpg.jpg. Diunduh 15 November 2017.

4.       Hualien Tzu Chi Hospital. 2017. http://www.tzuchi.com.tw/en/images/025-.jpg. Diunduh 15 November 2017.

5-8.  Dokumentasi ARSSI. 2017.


Bagikan Post

Artikel Terkait

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Alamat Hermina Office Tower
Tower B Lantai 15

Jl. Selangit B-10 Kav.4 Kemayoran --
Jakarta Pusat 10610 --
Indonesia
Telepon 021-3970-8636
Whatsapp 081316653244
Email arssi.pusat@gmail.com

Google Maps