Notulen Audiensi dengan Kementerian Kesehatan RI

Notulen Audiensi dengan Kementerian Kesehatan RI

img-1460717139.jpg


Hari, tanggal  : Senin, 04 April 2016

Waktu            : Pukul 10.00-12.00 WIB 

Tempat          : Ruang Rapat Menteri Kesehatan

      Jl. HR. Rasuna Said Blok X 5  Kav 4 – 9 Jakarta


PESERTA RAPAT 

Dari ARSSI : 

1. Drg. Susi Setiawaty, MARS ( Ketua ARSSI ) 

2. Drg. Ichsan Hanafi, MARS ( Sekretaris Jenderal ARSSI ) 

3. Dr. Noor Arida Sofiana, MBA ( Wakil Ketua ARSSI ) 

4. Derita D Darmadjaya, SH, MHKes ( Kompartemen Jaminan Kesehatan Nasional ARSSI ) 

5. Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes ( Ketua ARSSI Cabang Semarang ) 

6. Dr. H. Halipah Mahyuddin, SpTHT, MM ( Ketua ARSSI Cabang Sumsel ) 


Dari Kementrian Kesehatan : 

1. Prof dr. Nila Djuwita F Moelok, Sp.M ( Menteri Kesehatan RI ) 

2. Dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K) ( Dirjen Pelayanan Kesehatan ) 

3. Dr. Tri Hesty Widyastoeti Marwotosoeko, Sp.M ( Direktur Pelayaan Kesehatan Rujukan ) 

4. Drg. Usman Sumantri, M.sc (Kepala Badan PPSDM Kesehatan) 

5. Dr. Donald Pardede, MPPM ( Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan ) 


AGENDA AUDIENSI : 

1.  Memperkenalkan organisasi Asosiasi Rumah Sakit Indonesia ARSSI Pusat oleh ketua ARSSI 

2. Mengajukan permohonan kepada ibu Menteri Kesehatan RI untuk memberikan pengarahan (keynote speaker) pada Seminar Nasional Arssi  III  dan membuka Health Care Expo II tanggal 18 Mei 2016. 

3.  Menjelaskan tujuan penyelenggaraan Seminar Nasional III dan Health Care Expo II. 

4.  Masukan ARSSI dan evaluasi pelaksanaan program JKN yang sudah berjalan 2 tahun di RS swasta yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan. 

5.  ARSSI memberikan gambaran tentang permasalahan pelaksanaan program JKN. 

6.  ARSSI mengusulkan upaya perbaikan permasalahan JKN agar meningkatkan mutu. 


PEMBAHASAN DISKUSI AUDIENSI 

I.  Acara audiensi di buka oleh Ibu Menteri Kesehatan. 

II. Ketua ARSSI menyampaikan organisasi ARSSI dan tujuan audiensi organisasi ARSSI mengundang Ibu menteri kesehatan sebagai keynote speaker pada acara Seminar Nasional Arssi III dan membuka Health Care Expo II

III. Diskusi dan Evaluasi pelaksanaan JKN :

A.TIM ARSSI 

a. Menyampaikan permasalahan JKN : 

i.  Masih banyak RS swasta yang terpending untuk kerjasamanya dengan BPJS kesehatan untuk program JKN. 

ii. Masih banyak hambatan dalam penyediaan obat melalui e-catalog karena RS swasta tidak bisa online seperi RS swasta. 

iii. Mengusulkan perbaikan tarif untuk RS swasta berbeda dengan RS pemerintah. 

iv. Perbaikan tarif intensive care, pelayanan darah, tindakan operasi. 

v.  Mempercepat terbitnya PNKP yang disyahkan menteri kesehatan untuk mempermudah RS menyusun clinical pathway. 

vi. Proses verifikasi claim yang perlu di perbaiki dengan penambahan tenaga verifikator BPJS yang harus disesuaikan kebutuhan dan peningkatan kompetensi tenaga verifikator     BPJS sehingga proses verifikasi claim tidak terlambat dan tidak mengakibatkan cash flow RS terganggu. 

vii. Batas waktu verifikasi claim harus diatur dalam permenkes agar dapat diketahui berapa lama pelaksanaan verifikasi yang harus dilakukan, karena dalam permenkes tertuang hanya batasan waktu pembayaran claim ( belum dijelaskan batasan waktu verifikasi claim ). 

viii. Peraturan COB di era JKN perlu ada kebijakan pelaksanaannya selama 2 tahun belum jelas pelaksanaanya. 

ix.  ARSSI mengharapkan dukungan pemerintah agar RS swasta di permudah dalam keikutsertaan progam JKN.

b. Kemudahan RS swasta dalam mengirimkan pendidikan dokter spesialis. 

c. ARSSI dapat dilibatkan dalam menyusun kebijakan yang berhubungan dengan perumahsakitan.

d. Akreditasi RS dapat ditunda sebagai syarat RS swasta yang akan bekerjasama dengan BPJS mengingat RS di Indonesia masih banyak yang belum terakreditasi.


B. IBU MENTERI KESEHATAN RI 

a. Ibu Menteri Kesehatan bersedia hadir sebagai keynote speaker pada acara Seminar Nasional Arssi III dan Health Care Expo II. 

b. Penduduk Indonesia yang telah mengikuti program JKN pada tahun 2016 sudah mencapai 106 juta jiwa dari jumlah total 164 juta . 

c. Di Indonesia jumlah RS pemerintah jumlahnya lebih sedikit di banding RS swasta sehingga diharapkan RS swasta dapat berperan membantu kontribusi pelaksanaan JKN.

d. Pelaksanaan JKN selama 2 tahun belum sempurna dan perlu perbaikan ke depannya sehingga program JKN ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia jumlah tenaga kesehatan selama ini belum merata sehingga kurang jumlahnya dalam pelaksanaan JKNt. Menteri Kesehatan sedang melaksanakan program pendidikan spesialis yang dibiayai oleh pemerintah secara bertahap dengan tujuan setelah dokter menyelesaikan pendidikan spesialis akan kembali ke tempat daerah asalnya.

e. Direktur RS swasta agar meningkatkan upaya preventif dan promotif kesehartan. 

f. Di harapkan di RS swasta dapat berkontribusi untuk membantu pendidikan dokter spesialis agar tidak bergantung kepada dokter spesialis dari RS pemerintah. 


C. DIRJEN Pelayanan Kesehatan ( dr. Bambang Wibowo, SpOG (K) ) 

a. Peran RS swasta dalam program JKN yang sudah berlangsung selama 2 tahun cukup besar, dan akses pelayanan kesehatan RS swasta sangat berkonstribusi. 

b. Perbaikan terhadap mutu pelayanan Rumah Sakit yang saat ini diperlukan SDM dokter spesialis diharapkan RS swasta berkiprah investasi SDM dokter spesialis. 

c. Dalam rangka pelaksanaan program JKN diharapkan ke depan RS swasta dapat mengelola RS dengan efektif dan efisien sesuai dengan standar pelayanan. 

d. Perbaikan pelayanan JKN perlu dipertimbangkan terhadap perhitungan costing untuk pembiayaan, RS swasta sudah berkontribusi memberikan data costing 

e. Untuk perbaikan tarif INA CBG’s akan dipertimbangkan perbedaan tarif RS swasta dan pemerintah. 

f. Ke depan layanan jaminan kesehatan untuk kelompok masyarakat menengah ke atas yang ingin mendapatkan fasilitas yang lebih baik dengan perbaikan akses pelayanan akan dipertimbangkan pengadaan klinik eksekutif di RS swasta . 

g. Dalam pelaksanaan JKN tidak diperbolehkan adanya pembatasan tempat tidur dan kedepan sanksi akan di tegakkan baik untuk RS pemerintah maupun RS swasta.


D. Kepala Badan PPSDM Kesehatan ( Drg. Usman Sumantri, M.sc) 

a. Regulasi harus diatur terkait sistem remunerasi tenaga ksehatan . 

b. Diharapkan RS swasta dapat mempersiapkan dokter spesialis sendiri dan tidak tergantung pada dokter spesialis yang bekerja di RS pemerintah. 


E.Direktur Pelayaan Kesehatan Rujukan (dr. Tri Hesty Widyastoeti Marwotosoeko, Sp.M) 

a. Sehubungan dengan meningkatnya kasus DBD RS swasta diharapkan bisa membantu mengirim sisa darah ke litbangkes untuk menilai strain keganasan virus DBD. 

b. RS membuat informasi tentang tempat tidur yang tersedia di RS akan mempermudah sistem rujukan. 

c. RS membuat informasi tentang prosedur pelayanan JKN 


F.Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan ( Dr. Donald Pardede, MPPM ) 

a. Kontribusi RS swasta dalam bidang JKN sudah mulai signifikan. 

b. Konstribusi pengurus ARSSI terhadap RS anggota semakin baik. 

c. Sampling claim pelayanan JKN kepada BPJS, RS pemerintah : 78% dan RS swasta : 74 %.

d. Untuk data costing sudah ditelaah harus ada adjustment agar sustainbilitas dengan anggaran pemerintah. 

e. COB dalam Perpres nomor 19 tahun 2019 untuk selisih kenaikan kelas perawatan lebih tinggi sudah di sederhanakan.

f. Tarif INA CBG’s akan di evaluasi dan disesuaikan dan klasifikasi / grouper perlu perbaikan serta kasus CMG untuk top up dibutuhkan peran organisasi profesi.

g. RS swasta diharapkan memberikan sosialisasi kepada peran dokternya terhadap INA CBG’s agar mendapat pemahaman yang sama.

h. Ketersediaan jumlah verifikator yang cukup dalam program JKN agar tidak ada keterlambatan pembayaran kepada RS.

i. Perbedaan tarif sesuai tipe kelas RS diharapkan tidak jauh berbeda, karena RS swasta banyak RS swasta tipe C yang udah mampu melaksanakan tindakan kasus  tipe B untuk kasus- kasus tertentu.

 

Mengetahui,

 

Ketua Umum ARSSI                           Notulen  (ttd)                                                                                                                 

img-1460717033.jpg

drg. Susi Setiawaty, MARS                dr. Noor Arida Sofiana,MBA                                                                                                   

Bagikan Post

Artikel Terkait

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Alamat Hermina Hospital Group--

Jl. Jatinegara Barat No. 126 JJ --
Jakarta 13320 --
Indonesia
Telepon 021-3970-8636
Whatsapp 081316653244
Email arssi.pusat@gmail.com

Google Maps